Jelajah
IMG-LOGO
Berita Lokal

Tradisi Nyadran

Create By PEMDES TERSAN GEDE 10 February 2026 8 Views
IMG

Sebuah tradisi masyarakat Jawa, terutama di Jawa Tengah yang diantaranya di wilayah Desa Tersangede Kecamatan Salam Kabupaten Magelang, berupa serangkaian kegiatan membersihkan makam leluhur (besreh makam), menabur bunga dan berdoa untuk menghormati dan mendoakan leluhur  secara bersama sama yang dilanjutkan kembul bujono (genduren). Asal usul tradisi nyadran ini yang berasal dari bahasa Sansekerta sraddha (keyakinan), tradisi ini berkaitan dengan kepercayaan animisme yang kemudian mengalami akulturasi dengan budaya Islam setelah masuknya ajaran Islam ke Pulau Jawa melalui Wali Songo. Transformasi ini menjadikan nyadran sebagai wujud rasa syukur kepada Allah SWT atas berkah yang diberikan. Tradisi ini dilakukan setiap tahun pada bulan Ruwah (Sya'ban) sebelum bulan Ramadhan sebagai bentuk syukur dan persiapan batin. 

Pelestarian Budaya dan Nilai-Nilai Sosial Seiring berjalannya waktu, nyadran tidak hanya menjadi ajang ritual keagamaan, tetapi juga berperan dalam melestarikan nilai-nilai budaya dan sosial di masyarakat. Tradisi ini menjadi sarana menjaga keharmonisan antarwarga serta mempererat tali persaudaraan melalui kegiatan gotong royong dan kebersamaan.

Sebagai warisan budaya yang telah berlangsung turun-temurun, nyadran menjadi bukti nyata bahwa kearifan lokal dapat bertahan di tengah modernisasi. Keberlanjutan tradisi ini bergantung pada peran generasi muda dalam memahami dan meneruskan nilai-nilai luhur yang terkandung di dalamnya.

Inti Rangkaian Tradisi Nyadran:

  • Besrik/besreh : Membersihkan makam keluarga atau umum dari rumput dan kotoran secara gotong royong.
  • Ziarah & Doa: Mendoakan arwah leluhur dengan surat Yasin, tahlil, dan al-Fatihah, sekaligus pengingat kematian
  • Kenduri/Selamatan: Makan bersama di makam atau tempat tertentu dengan berbagi makanan yang dibawa dari rumah (bancakan). 

Makna dan Nilai Nyadran:

  1. Religius: Wujud bakti kepada leluhur dan mendekatkan diri kepada Allah SWT.
  2. Sosial: Mempererat silaturahmi dan gotong royong antarwarga.
  3. Kultural: Akulturasi budaya Jawa dan Islam yang melestarikan tradisi turun-temurun. 

 

96,8 FM Radio Gemilang

Artikel Lainya